Penumpukan obat kadaluarsa di Pukesmas Wado

Penumpukan obat kadaluarsa di Pukesmas Wado
tumpukan obat kadaluarsa di Puskesmas Wado Sumedang

Sumedang, Fenomenanews.com,- Berbagai jenis obat yang sudah kadaluarsa / expired diduga dibiarkan menumpuk di Gudang Puskesmas Wado dan belum ada penarikan atau pemusnahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, hingga diduga penyimpanan obat kadaluarsa tersebut tidak terjaga keamanannya.

Pasalnya, Ketika tim awak media cek ke lapangan, gudang obat kadaluarsa tersebut terkesan dibiarkan terbuka begitu saja tanpa ada penguncian dan keamanan yang berjaga pada penyimpanan obat tersebut. Layak dan patut dipertanyakan sejauh mana dampak obat tersebut bila tercecer seperti itu,kita bisa masuk dan melihat langsung secara kasat mata kedalam gudang obat kadaluarsa tersebut, Selain itu gudang yang dipakai bekas kantor KUA.

Dr. Eka Damayanti Swastika selaku Kepala Puskesmas Wado saat dimintai keterangan  oleh tim awak media mengatakan Gudang bekas KUA itu memang milik Puskesmas Wado, gudang di puskesmas itu ada dua, untuk barang-barang bekas atau rusak,gudangnya ada dua tentu saja untuk obat-obatan yang masih bisa dipakai atau digunakan kami pisahkan dengan obat yang sudah kadaluarsa, pihaknya sudah biasa seperti ini kalau setiap bulan kita ada laporannya ke Dinas Kesehatan dengan cara pemakaian obatnya berapa, kemudian yang kadaluarsanya ada berapa, jadi kalau disatukan tidak, maka kita pisahkan takut terjadi kesalahan pemberian obat kadaluarsa ke pasien. Makanya kami pisahkan antara obat kadaluarsa dan obat yang masih bisa digunakan"katanya.

"Penyimpanan Obat kadaluarsa di Gudang Bekas KUA itu hanya bersipat sementara, dan selalu mengunci pintu gudang penyimpanan obat kada luarsa tersebut".

Pihaknya menambahkan, untuk obat-obatan kadaluarsa nantinya hubungannya dengan kedinasan yaitu Dinas Kesehatan, adapun pemusnahan obat kadaluarsa segala macam itu juga butuh berita acara dan silahkan tanyakan langsung kepada Dinkes Sumedang. Iya memang puskesmas mempunyai beberapa gudang, namun gudang obat itu hanya untuk obat-obatan yang masih baik dan bisa digunakan, karena kita itu ada loket .

Saat Kasie farmasi SDK Dadan Mulyadan dikonfirmasi membenarkan bahwa ada satu kesalahan dalam penyimpanan obat kadaluarsa di gudang Puskesmas wado tidak terkunci,sebelum penarikan pada Minggu kedua obat tersebut.

Penyimpanan obat yang asal-asalan lepas dari pengawasan dinas terkait menjadi tanda tanya besar,sejauh mana dampak bahaya bagi kesehatan terutama dilingkungan Puskesmas wado dan pada umumnya masyarakat terdekat dengan lokasi gudang penyimpanan gudang obat kadaluarsa tersebut. (*** Red )