Kasasi ditolak, Penyiram Anjing Pake Soda Api Dihukum 3 Bulan Kurungan Bui

Kasasi ditolak, Penyiram Anjing Pake Soda Api Dihukum 3 Bulan Kurungan Bui
Mahkamah Agung RI

Jakarta, Fenomenanews.com,-  Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi dari terdakwa penganiayaan hewan, Aris Tangkelabi Pandin. Alhasil, Aris tetap dihukum 3 bulan penjara karena menyiram anjing dengan soda api.
Kasus ini bermula Aris diminta mengurus anjing oleh keluarganya di Jalan Kramat, Senen, Jakarta Pusat. Pada 3 November 2019, seekor anjing dari ras mixed melahirkan lima ekor anak anjing yang berumur sekitar 1 bulan. Oleh karena itu, Aris merasa kesal terhadap anak-anak anjing itu karena kewalahan mengurusi anjing tersebut sehingga dia menyiramkan soda api ke lima anak anjing itu.

Akibat perbuatan Aris, anjing beserta lima anaknya itu mengalami luka dan cacat. Hewan jenis ras mixed itu mengalami luka lepuh yang cukup berat disertai kerontokan rambut pada keempat kaki dan mata kanan bengkak. Hingga akhirnya lima ekor anak anjing itu mati karena luka bakar. Seekor induk anjing menjadi cacat karena keempat kakinya terkena luka bakar yang cukup parah.

Pemilik anjing kemudian menghubungi Yayasan Natha Satwa Nusantara dan anjing itu dibawa ke klinik hewan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk mendapatkan perawatan. Kasus ini viral sehingga Aris akhirnya diproses secara hukum.

Pada 23 Juni 2020, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menyatakan Aris bersalah melakukan tindak pidana menganiaya hewan yang mengakibatkan cacat dan/atau tidak produktif sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam Pasal 91 B ayat (1) jo Pasal 64 A ayat (1)1.RI No. 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. PN Jakpus menjatuhkan hukuman percobaan kepada Aris. Bila dalam waktu 6 bulan tidak berbuat pidana, tidak perlu menjalani hukuman 3 bulan penjara.

Di tingkat banding, keadaan berubah. Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta mengubah hukuman percobaan menjadi hukuman pidana penjara, yaitu selama 3 bulan. Duduk sebagai ketua majelis Nyoman Dedy Triparsada dengan anggota Yonisman dan Ahmad Shalihin. Aris tidak terima dan mengajukan kasasi.

"Tolak," demikian bunyi amar singkat MA yang dilansir website-nya, Senin (16/8/2021). Duduk sebagai ketua majelis Suhadi dengan anggota Soesilo dan Desnayeti

***-nia-