Indikasi Kolusi ULP, PPK dan Penydia Jasa Dalam Tender Jasa Kontruksi di Majalengka

Indikasi Kolusi ULP, PPK dan Penydia Jasa Dalam Tender Jasa Kontruksi di Majalengka
ilustrasi pengkondisian

Majalengka , Fenomena,- Refocusing anggaran untuk penanganan virus corona dengan tidak mengesampingkan rencana pembangunan infrastruktur yang telah tersusun, berhasil dilakukan pemerintah Kab. Majalengka Jawa Barat secara bersama.  Namun dibalik kesuksesan tersebut tudingan masih terjadinya indikasi kolusi antara kelompok kerja unit layanan (pokja ULP),pejabat pembuat komitmen (PPK) dan penyedia jasa, justru bermunculan.

Sejumlah tender jasa kontruksi di Kab. Majalengka menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya terindikasi sarat permainan dan sudah di kondisikan. Salah satu tender Dinas Kesehatan terkait tender Belanja modal pengadaan kontruksi Gedung/klinik/puskesmas / rumah Sakit (penambahan gedung/ ruangan baru puskesmas Bantarujeg). Pekerjaan kontruksi, Dinas Kesehatan, dengan pagu anggaran Rp 5.000.000.000,-. HPS Rp 4.992.514.541,80 dan pemenang lelang PT Putra Kencana yang beralamat Jl Cendana Raya No Griya ASri – I – Indramayu.

Pesrta tender diikuti 29 peserta, yang termasuk ada empat peserta penyedia , dalam urutan terendah penawarannya PT Jumindo Indah Perkasa dengan harga penawaran Rp 4.640.000.640,03, urutan kedua CV Tria Kusumah harga penawaran Rp 4.692.824.469,24, urutan ketiga PT Pandawa Mitra Buana harga penawaran Rp 4.845.380.987,53. Sedangkan urutan keempat PT Putra Kencana debgan harga penawaran tertinggi Rp 4.892.995.190,73, sekaligus jadi pemenang lelang tender dengan kode tender 4894253.

Tender berikutnya masih Dinas Kesehatan dengan kose tender 48644253, nama tender belanja modal pembangunan gedung A Rumah Sakit Umum Daerah Talaga (BANKEU) dengan nilai pagu Rp 48.140.225.000,00 diikuti 59 peserta, yang masuk Sembilan penyedia jasa, hal yang sama dari kesembilan yang masuk peserta dengan penawaran terendah tidak memenangkan tender, dan sebaliknya dengan penawaran tertinggi memenangkan lelang tender proyek tersebut, lelang proyek pembangunan RSUD Talaga dimenangkan PT Jaya Arnikon dengan harga penawaran Rp 46.924.731.130,13.

PT Jaya Arnikon sebagai pemenang tender dalam urutan ke enam dan urutan ke satu sampai ke tiga dengan harga penawaran yang palingterendah PT Mitra Andalan Sakti, harga penawaran Rp 38.274.706.167,73. PT Lestari Siboan Tua dengan harga penawaran Rp 42.729.235.383,20. Kalau menurut kebiasaan yang lajim tender lelang sehat kebanyakan dimenangkan dengan penyedia jasa yang memberikan harga penawaran paling rendah, tapi di pemerintahan Kab. Majalengka lelang tender paket proyek ada indikasi sarat permainan, dan sudah dikondisikan dan dimonopoli.

Informasi  dilapangan menyebutkan pelaksanaan pekerjaan proyek proyek yang lagi berjalan ad proyek Dewan, proyek pejabat Dinas pemerintahan Kab. Majalengka, yang dalam menjalankan Kolusinya tertata dengan rapih, kebanyakan pakai bendera rental. Salah satu contohnya, pembangunan Puskesmas Bantarujeg menurut sumber A yang tidak mau namanya disebut secara gambling. “pemenang tender merupakan orang kesayangan atau anak emas dari anak orang no satu di Majalengka, PT Putra Kencana itu perusahaan yang dirental oleh A.

Sinyalemen adanya kongkalingkong dibalik kemenangan PT Putra Kencana yang direntalkan dalam tender di Dinas Kesehatan pada paket proyek pembangunan puskesmas Bantarujeg. Seperti proyek jalan lingkar dan proyek proyek lainnya di Kab Majalengka dalam pemenangan tendernya tidak wajar.

Hal tersebut disampaikan pelaku jasa kontruksi yang meminta namanya disamarkan, cerita itu memang terjadi. “tadinya ULP akan disomasi oleh sejumlah rekanan akibat tidak fair, karena pemenangnya  ada indikasisarat dengan monopoli dan permainan tidak sehat,” tuturnya. (***)