GURU SDN GANDU III INTIMIDASI MURID YANG TIDAK MASUK SEKOLAH

GURU SDN GANDU III INTIMIDASI MURID YANG TIDAK MASUK SEKOLAH
ditengah covid-19 protokol kesehatan

Majalengka, Fenomena,- Seorang guru di SDN Gandu lll melakukan intimidasi terhadap anak didik yang masih duduk dibangku kelas lll, yang menjadi masalahnya anak tersebut pernah tidak masuk sekolah.  Namun tindakan yang dilakukan dengan memberikan surat kepada orang tua murid yang menyuruh untuk keluar dari sekolah atau pindah ke sekolah lain.

Tugas pendidik bukan hanya mendidik terhadap murid akan tetapi harus melindungi, keselamatan murid tersebut. Dimasa pandemic covid-19 ini, kebijakan pemerintah melarang untuk dilakukan proses belajar mengajar dengan cara tatap muka karena ada kekhawatiran terpapar oleh penyakit yang mematikan itu. Namun sekolah yang ada di Majalengka khususnya sekolah dasar sudah mulai lagi dilakukan proses kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka, tanpa ada dasar hukum yang jelas, padahal intruksi dari pemerintah pusat lewat surat edaran kementerian pendidikan bahwa proses PKBM dengan cara bertatap muka bisa dilakukan dengan beberapa persyaratan. Yang diantaranya daerah tersebut harus dinyatakan zona hijau atau terbebas dari covid-19, yang paling utama adanya surat ijin dari kepala Daerah yang menyatakan memperbolehkan adanya PKBM dilakukan dengan tatap muka dengan memperhatikan protocol kesehatan.

Namun apa yang terjadi,? PKBM dengan cara tatap muka di tiap sekolah khususnya SD tanpa adanya landasan atau dasar hukum dan atau terbitnya surat resmi dari kepala daerah yang dalam hal ini Bupati Majalengka. Yang kedua dalam menjalankan protocol kesehatan banyak yang tidak memperhatikan anank-anak disaat istirahat, mereka berkumpul tanpa jaga jarak, dan melakukan aktipitas normal seperti biasa dan jajan di warung atau tukang jualan yang ada di area sekolah. Ini sangat rentan dengan penyebaran covid-19.

Dalam pernyataan Bupati Majalengka di media tanggal 2/8/20 bahwa, Bupati Majalengka melarang untuk dilakukan PKBM secara tatap muka karena akan sangat rentan terhadap penyebaran covid-19, dan pasca kejadian di salah satu sekolah dasar, ikatan dokter Indonesia Kabupaten Majalengka pun menyarankan untuk melakukan PKBM dengan sistim During. ** Edi yusuf