ELPAGA: Satpam kemenag Jabar langgar uu pers patut dipolisikan

ELPAGA: Satpam kemenag Jabar langgar uu pers patut dipolisikan
Fenomenanews.com

Bandung, Fenomenanews.com,- Ketua Elemen Masarakat Pemerhati Kementerian Agama dan Masalah Keagamaan (ELPAGA) H. Dedi S Asikin, menyesalkan sekaligus mengecam tindakan kasar seorang Satpam Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat terhadap wartawan Galamedia (PR GRUP) H. Deny. Menurut H. Deny Satpam bernama Ujang itu telah melanggar pasal 4 ayat 2 dan 3 UU 40 tahun 1999 tentang Pers Ayat 2 berbunyi : Terhadap Pers tidak dikenakan penyensoran, pembredelan dan pelarangan penyiaran, Ayat 3 berbunyi: Untuk menjamin kemerdekaan Pers, Pers Nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.


Ada ancaman hukuman terhadap pelanggaran pasal 4 ayat 2 dan 3 itu. Ancaman itu ada di pasal 18 UU yang sama :
Setiap orang secara sengaja melawan hukum melakukan tindakan tindakan yang berakibat terhalanginya pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat 2 dan 3 itu dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling tinggi Rp.500.000.000,-. H Deny dapat mempolisikan Satpam itu. Deny juga dapat melaporkan kejadian itu kepada Dewan Pers. Tapi itu sifatnya lebih pada perdata. Hasilnya mungkin somasi atau pernyataan tidak puas terhadap instansi dimana dia bertugas.


Selain itu lanjut H. Dedi Asikin Satpam itu juga melanggar atau setidaknya menciderai UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta UU 25 tahu 2009 rentan Pelayanan Publik, termasuk program PTSP.
Ingat Satpam itu merupakan subsistem dari pelayanan publik
Jadi semboyan pelayanan publik 4S (Senyum, Sapa, Siap dan Selesai itu) dimulai dari pintu gerbang yang dijaga Satpam. Kalau ada tindakan tercela begitu naga-naganya program Kemenag tentang PTSP itu menjadi semu dan buram. Wartawan saja diperlakukan begitu apalagi masarakat awam, teriak Dedi Asikin dalam percakapan daring.
ELPAGA mengecam kejadian itu dan mempersilahkan H. Deni kakau mau menempuh jalur hukum. ELPAGA pasti mendukung dan berdiri kokoh berdampingan, pungkas aktivis publik itu.***bois