Diduga Belum Kantongi Ijin Tower XL Tetap Didirikan di Babakan Ciparay Kota Bandung

Diduga Belum Kantongi Ijin Tower XL Tetap Didirikan di Babakan Ciparay Kota Bandung
Tower xl tak kantongi ijin di Babakan Ciparay Kota Bandung

BANDUNG, fenomenanews.com.- Pendirian Menara Telekomunikasi / Tower XL jenis Rooftop dengan ketinggian ±12 meter yang dilaksanakan oleh PT. Gihon, di wilayah RT.01 RW.13 Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay – Kota Bandung, yang pendiriannya saat ini diperkirakan sudah mencapai 90%, DIDUGA tidak kantongi perizinan (IMB).

Hal tersebut ditemukan fenomena saat lakukan pemantauan di lapangan, Pras – Petugas SITAC dari PT. Gihon ketika dimintai konfirmasinya, menyatakan bahwa sesuai penugasan dia hanya bertindak mengurus pemberitahuan/sosialisasi dengan warga setempat. Bahkan menurut Pras hingga saat ini dokumen pemberitahuan/sosialisasi dengan warga tersebut masih belum ditandatangani Lurah dan Camat, hal tersebut karena masih sedang diupayakan musyawarah lanjutan dengan pengurus RW baru.

“Saya hanya petugas sitac, kewenangan saya hanya sebatas melakukan musyawarah untuk pemberitahuan dan sosialisasi dengan warga setempat, kebetulan saat ini saya sedang lakukan upaya musyawarah lanjutan dengan Ketua RW baru, karena Pak Lurah dan Pak Camat tidak bersedia tandatangani sebelum tuntas musyawarah dengan Pak RW baru” tutur Pras

Sesuai ketentuan bahwa salah satu persyaratan pengajuan IMB Menara Telekomunikasi adalah dokumen bukti pemberitahuan/sosialisasi dengan warga yang diketahui RT, RW, Lurah dan Camat setempat, maka keterangan Pras diatas mengindikasikan bahwa pendirian Tower tidak/belum kantongi perizinan.

Saat dimintai konfirmasi di ruang kerjanya, Ridwan – Lurah Babakan membenarkan bahwa Pras pernah datang ke kantornya dengan tujuan meminta tandatangan, namun karena masih ada masalah yang belum tuntas di tingkat RW, Ridwan belum berkenan bubuhkan tandatangan sebelum permasalahan dengan pihak RW dituntaskan.

“Pras, pernah beberapa kali datang menemui saya ke kantor untuk meminta tandatangan, tapi saya tidak akan bubuhkan tandatangan sebelum permasalahan di tingkat RW tuntas” tutur Ridwan.

Ridwan yang sebelumnya ternyata pernah bertugas di dinas perizinan Kota Bandung tersebut, juga menyesalkan karena ternyata di lokasi sudah ada kegiatan pendirian, dan menurut Ridwan itu termasuk kategori pelanggaran.

“Saya juga menyesalkan tindakan dari PT. Gihon yang telah melaksanakan kegiatan pendirian, karena seharusnya pendirian dilaksanakan setelah kantongi perizinan” lanjut Ridwan

Merujuk pada ketentuan yang diatur dalam PERDA No. 15 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Menara Telekomunikasi dan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi, dimana pada Pasal 25 Ayat (1) dinyatakan bahwa - Setiap penyelenggaraan menara maupun micro cell tipe out door wajib mendapat izin dari Walikota atau Pejabat yang ditunjuk; maka jelas pendirian Menara Telekomunikasi / Tower XL tersebut telah melanggar ketentuan sebagaimana telah diatur PERDA.

Terkait DUGAAN pelanggaran yang terjadi di Wilayah kewenangannya, Gondo Suwondo – Koordinator DISTARU Wilayah Tegalega saat dimintai tanggapan di ruang kerjanya menyatakan bahwa pihaknya akan segera melayangkan Surat Pemanggilan kepada pihak Tower Provider guna dimintai keterangan dan pemeriksaan. ***one's