Bentrokan Ormas di Gombong Jateng Polisi Amankan 80 Orang

Bentrokan Ormas di Gombong Jateng Polisi Amankan 80 Orang
Kapolres Kebumen Jateng

Gombong, Fenomenanews.com, Bentrokan antara ormas Pemuda Pancasila dengan LSM GMBI di Gombong, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah terjadi pada Senin, 23/8 siang.

Bentrokan dipicu dari aksi perusakan  yang dilakukan oleh Ormas Pemuda Pancasila (PP) di Markas LSM GMBI singkatan dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia atau GMBI Gombong.
Dari aksi tersebut mengakibatkan sedikitnya lima mobil mengalami kerusakan, dan Markas GMBI mengalami rusak dan pecah-pecah pada kacanya.

Polres Kebumen langsung bertindak cepat dengan mengamankan puluhan orang anggota Pemuda Pancasila dan dibawa ke Mapolres Kebumen untuk dimintai keterangan.

“Kami mengamankan hampir sekitar 80 orang ormas PP yang kami bawa ke Mapolres Kebumen, untuk kami lakukan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Nanti akan terlihat siapa-siapa yang ada di lokasi atau TKP saat kejadian tersebut,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama, kepada wartawan, Senin.

Kapolres mengungkapkan jika aksi perusakan oleh PP kepada Markas LSM GMBI ini dipicu peristiwa gesekan pada sekitar satu minggu lalu. Namun, gesekan tersebut bukan antara ormas PP dengan GMBI, melainkan orang yang diduga oknum wartawan online.

“Pemicu sebenarnya beberapa hari lalu, mungkin seminggu lalu, ada gesekan, tapi bukan PP dan GMBI, tetapi PP dengan salah satu oknum wartawan atau mungkin wartawan tertentu, tapi masih diidentifikasi,” katanya.

“Gesekan terjadi saling pukul antara PP dengan orang tersebut, kemudian dari GMBI menawarkan jasa kepada orang tersebut,” tambahnya.
Kasus gesekan tersebut masih ditangani oleh Polres Kebumen, karena kedua belah pihak saling melaporkan.

“Proses tetap berjalan karena saling lapor, dan progresnya juga sangat baik, sebentar lagi dalam tahap penyidikan dan terlihat clear dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi,” katanya.

Polres Kebumen bersama dengan Kodim 0709 Kebumen dan Brimob Polda Jateng masih terus melakukan siaga dan penjagaan di markas GMBI maupun PP. Mencegah adanya serangan susulan atau aksi balasan. ***