Satpam kemenag Jabar usir dan hardik wartawan peliput kemenag

Satpam kemenag Jabar usir dan hardik wartawan peliput kemenag
Ilustrasi satpam

Bandung, Fenomenanews.com– Sikap arogansi salah seorang satpam terhadap wartawan yang biasa meliput kegiatan keagamaan di Jawa Barat. Sangat disayangkan, ia menghardik Wartawan agar tidak memasuki Aula yang sedang ada pertemuan di Aula.

Kordinator Satpam Ujang, selama ini dikenal beberapa wartawan liputan keagamaan adalah sopir mantan Kabag TU H. A. Handiman Romdony yang kini dimutasikan sebagai Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jabar. Pagi itu (Rabu 7/4-2021) H. Deny wartawan Galamedia, PR Group sudah janjian dengan seseorang untuk bertemu di kantor kemenag Jabar. Prosedur pun ditempuh H. Deny lalu atas izin Satpam Suparman dan Untung, diperkenankan memasuki ruangan sekali gus diberikan ID Card “Tamu”. Ketika H. Deny sedang duduk di kursi tunggu, tiba-tiba disuruh kembali untuk menghadap Ujang. Mengaku sebagai Kordinator Satpam Ujang melarang H. Deny masuk Kantor Kemenag Jabar tanpa menjelaskan alasannya, “Teu meunang asup ku sayah”, hardiknya sambil melotot dan menyuruh ID Card Tamu diikembalikan. Atas peristiwa itu H. Deny menyayangkannya. Dia dikenal selama ini sebagai pengemudi mantan Kabag TU. H. A Hardiman Romdony. Sejak kapan Ujang jadi Satpam hampir semua wartawan liputan keagamaan tidak ada yang mengetahuinya.

Tidak mudah seseorang jadi satpam, Selain harus mengikuti pendidikan masalah keamanan juga harus teruji mental dan tatakrama. Kuat dugaan Ujang ditempatkan kordinator satpam atas tugas dari Subag umum, Moh.Sidik. Menurut kabar, Ujang belum pernah mengikuti pendidikan Satpam. Wartawan senior H. M. Teteng Saftarie dan H. Dedi Asyikin menyayangkan peristiwa tersebut sebagai kejadian yang berulang ulang dialami wartawan di kemenag Jabar. Peristiwa pertama ketika wartawan merasa dilecehkan zaman Ka Kanwil H. Muhaimin Lutfie yang memicu unjuk rasa wartawan di halaman Jalan Sudirman Bandung. Sejumlah pasukan Polisi Polwiltabes Bandung saat itu turut mengamankan situasi. Peristiwa ke dua dialami almarhum H. Hendi yang hampir sempat adu fisik dengan salah satu pejabat yang kini dimutasikan ke Kemenag Kabupaten Sumedang. Ketiga kali ini penghardikkan H. Deny wartawan Galamedia PR group, yang mendapat perlakuan sama dari seorang oknum Satpam. Terdapat hak wartawan yang merasa mendapat perlakuan tidak senonoh, untuk melaporkan ke Polisi. Sebelum melaporkan ke Polisi wartawan bisa juga melaporkan peristiwanya ke PWI untuk dipelajari dan dianalisa masalahnya, ujar Teteng yang mantan Ketua Pokja Wartawan Liputan Agama Jabar dan mantan pengurus PWI Jabar itu.


Sementara H. Deny merencanakan pihaknya akan mempolisikan Satpam yang menghadiknya itu Satpam itu melanggar UU Pokok pers no 40 Tahun 90 yang ancaman hukumnya 2 tahun penjara dan atau denda 500 juta. Karena dianggap menghalang-halangi tugas Pers. Ketika menjalankan profesinya. Minimal harus ada tindakkan pencopotan koordinator Satpam yang berbuat sewenang-wenang, bisa-bisa mengganggu hubungan kemitraan yang sedang dibangun antara Pers dengan Kementerian Agama. Diperoleh keterangan, sejumlah karyawan menyayangkan sikap arogan dan kesombongan Ujang yang tidak pantas dilakukan dilingkungan kementerian agama yang kini sedang menggalakan 4S, dalam pelayanan ke masyrakat, yaitu,Senyum, Sapa Siap dan terakhir Selesai. (tim ***)