Pembangunan Rumah Tinggal di Jl Siti Mariah Bandung Diduga Berizin Aspal

Pembangunan Rumah Tinggal di Jl Siti Mariah Bandung Diduga Berizin Aspal
IMB ASPAL
Pembangunan Rumah Tinggal di Jl Siti Mariah Bandung Diduga Berizin Aspal

Bandung, Fenomena,- Proyek bangunan di jl Siti Mariah No. 12 Kota Bandung yang saat ini kegiatannya sedang berlangsung diduga pelaksanaannya tidak kantongi perijinan (SIMB), dan proyek bangunan yang rencananya akan digunakan sebagai rumah tinggal tersebut saat ini pengerjaannya diperkirakan sudah mencapai sekitar 60%.

Hal ini awalnya ditemukenali saat wartawan fenomena melakukan pemantauan ke lokasi  bangunan dan ternyata disana telah terpampang stiker IMB yang menunjukan seolah bangunan tersebut telah berijin. Namun ketika diteliti ternyata ditemukenali adanya kejanggalan pada stiker IMB yang terpampang, hal tersebut karena saat dilakukan scan barcode tidak terdeteksi/tidak muncul keterangan apapun, dan yang mencolok lagi disudut kanan bawah stiker tidak tercantum nomor resi IMB seperti layaknya stiker IMB resmi yang diterbitkan DPMPTSP Kota Bandung, dari hasil pengecekan ternyata ditemukan adanya kejanggalan karena baik nomor perizinan dan urutan penomoran tidaksesuai dengan yang berlaku, sehingga stiker yang terpampang diduga palsu.

Terkait hal ini wartawan fenomena telah melakukan konfirmasi ke pihak pemborong/pelaksana, dan Reza selaku pemborong ketika dimintai keterangan hanya mengatakan bahwa bangunan saat ini telah memiliki IMB dan terkait adanya kejanggalan masalah perizinan, dia hanya mengaku tidah fahan masalah IMB karena untuk masalah perizinan ada yang mengurus secara khusus.”saya hanya mengurus dilapangan saja, masalah IMB nanti orang urus saya suruh kontak ke bapak,” kata Reza.

Namun setelah ditunggu ternyata orang yang dikatakan Reza ngurus perizinan tidak pernah ada menghubungi untuk memberikan keterangan, bahkan ketika dihubungikembali ternyata Reza tidak dapat dihubungi karena dengan sengaja telah memblokir telpon.

Hal aneh terjadi ketika dilakukan cek ulang ke lokasi ternyata stiker IMB yang awalnya terpampang sudah dicabut, dan ketika hal tersebut dipertanyakan, Udan yang mengaku selaku mandor menerangkan bahwa stiker memang dicabut lagi oleh yang urus izin dengan alas an akan diperbaiki dulu karena ada kesalahan. “ iya betul kemarin stiker tersebut telah dicabut lagi oleh yang ngurus, karena katanya ada kesalahan dan akan diperbaiki dulu,” tutur Udan.

Namun dugaan bahwa bangunan tersebut tidak kantongi IMB diperoleh dari keterangan Udan, karena dipertanyakan perihal keberadaan surat keterangan rencana Kota (KRK), Udan malah bingung bahkan balik bertanya apa itu KRK. Setelah dijelaskan akhirnya dapat memahami, dan menurut keterangan Udan terkait yang dia tahu bahwa masalah surat tanah / lahan bangunan tersebut saat ini masih diurus di notaries untuk proses penyatuan sertifikat.

Jika sertfikat masih dalam pengurusan Notaris sesuai keterangan Udan, justru memunculkan pertanyaan apa mungkin perizinan sudah dapat diproses bahkan sudah terbit, padahal sertifikat yang merupakan salah satu syarat pengajuan perizinan masih diproses pihak Notaris.

Terkait adanya dugaan pelanggaran tersebut pihak fenomena telah melaporkan sekaligus minta tanggapan kepada pihak DISTARU Kota Bandung. H Jakaria Kasi Wasbang Distaru menyatakan bahwa pihaknya akan segera lakukan cek ke lapangan dan jika terjadi pelanggaran, pihaknya akan lakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku. (One’s/Nop)