Kado HUT RI ke 76 Siap Diresmikan 4 Bendungan Baru

Kado HUT RI ke 76 Siap Diresmikan 4 Bendungan Baru
Bendungan

JAKARTA, Fenomenanews.com, - Jelang perayaan HUT ke-76 RI, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap meresmikan empat bendungan dan satu bendung baru.

Selain untuk memperkuat ketahanan air serta pangan nasional, empat bendungan dan satu bendung baru tersebut juga dihadirkan sebagai kado HUT ke-76 RI.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut keempat bendungan dan satu bendung multifungsi siap diresmikan guna menambah suplai air irigasi pertanian, penyediaan air baku, dan pengendalian banjir.

"Dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam dalam setahun, bisa bertambah menjadi dua sampai tiga kali," kata Basuki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/08/2021).

Termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan bendungan dan bendung tersebut pub berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.

Melansir Kompas.com, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S Atmawidjaja mengungkapkan, prinsipnya kelima proyek itu telah siap diresmikan pada Agustus 2021.

Persiapannya pun saat ini tengah dilakukan oleh beberapa Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di lingkungan Ditjen Sumber Daya Air.

"Semoga empat bendungan dan satu bendung bisa menjadi Kado Kemerdekaan untuk HUT ke-76 RI ini," kata Endra yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Kementerian PUPR.

Lebih jelasnya, berikut empat bendungan dan satu bendung baru yang bakal diresmikan Kementerian PUPR sebagai kado HUT ke-76 RI.

1. Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung

Memiliki daya tampung hingga 68 juta meter kubik, Bendungan Way Sekampung akan dimanfaatkan untuk mengairi lahan seluas 72.707 hektare.

Dalam desainnya, Bendungan Way Sekampung juga memiliki luas genangan sebesar 800 hektare, yang berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian banjir di Provinsi Lampung.

Selain itu, karena terintegrasi dengan Bendungan Batutegi dan Bendungan Margatiga, bendungan baru ini juga dapat mengatur debit air sampai 185 meter kubik per detik saat mencegah banjir.

Lebih lanjut, bendungan multifungsi ini juga diproyeksikan sebagai pembangkit tenaga listrik sebesar 5,4 MW, objek wisata, serta penyedia air baku untuk daerah sekitar seperti Kota Bandar Lampung, Kota Metro dan Kabupaten Lampung Selatan.

Pembangunannya dikerjakan oleh beberapa kontraktor, yakni PT PP (Persero) Tbk-PT Ashfri (KSO), PT Waskita Karya (Persero) Tbk-PT Adhi Karya (Persero) Tbk KSO di bawah tanggung jawab BBWS Mesuji-Sekampung.

2. Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur

Setelah diresmikan, Bendungan Bendo akan dimanfaatkan untuk mendukung layanan irigasi lahan seluas 7.800 hektare di Kabupaten Ponorogo dan Madiun, yang merupakan sentra pertanian Jawa Timur.

Di samping itu, bendungan berkapasitas 43,11 juta meter kubik ini juga dapat menjadi sumber air baku domestik dan industri bagi Kabupaten Madiun dan Ponorogo.

Tak lupa, Bendungan Bendo pun berperan dalam mereduksi debit banjir Kota Ponorogo dan bakal menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 Megawatt (MW).

Pengerjaan bendungan ini dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT (Persero) Hutama Karya, dan PT Nindya Karya (Persero) dengan supervisi serta penanggung jawabnya yakni BBWS Bengawan Solo.

3. Bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan,Provinsi Jawa Barat

Dirancang memiliki luas genangan 221,59 hektare, Bendungan Kuningan dapat menampung air hingga 25,9 juta meter kubik dan mengairi 3.000 hektare lahan dari sejumlah daerah di Jawa Barat bagian utara.

Lebih dari itu, bendungan ini juga berpotensi sebagai sumber air baku bagi Kabupaten Kuningan dan mengantisipasi banjir yang berdebit mencapai 213 meter kubik per detik.

Seperti dua bendungan baru sebelumnya, Bendungan Kuningan pun bakal dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik 0,50 MW.

Kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Brantas Abipraya (Persero) di bawah supervisi dan tanggung jawab BBWS Cimanuk Cisanggarung.

4. Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan

Bendungan Paselloreng dibangun dengan daya tampung mencapai 138 juta meter kubik dan luas genangan sebesar 169 hektare.

Dengan spesifikasi tersebut, maka bendungan ini mampu mengairi area persawahan seluas 8.510 hektare dan menjadi sumber air baku untuk empat kecamatan di Kabupaten Wajo.

Ditambah pula Bendungan Paselloreng juga akan dimanfaatkan sebagai pengendali banjir di wilayah hilir Sungai Gilireng dengan debit air hingga 1.000 meter kubik per detik.

Dalam pengembangannya, bendungan ini juga difungsikan untuk mendukung sektor perikanan air tawar dan pariwisata serta konservasi Sumber Daya Air pada kawasan green belt.

Kontraktor pelaksananya yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT DMT di bawah supervisi dan tanggung jawab BBWS Pompengan Jeneberang.

5. Bendung Gilireng di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan

Bendung Gilireng memiliki potensi irigasi yang sumber airnya berasal dari Bendungan Passelloreng, untuk selanjutnya dialirkan ke lahan-lahan pertanian di Kabupaten Wajo.

Mulai dibangun sejak 2018, Bendung Gilireng yang berperan mengairi lahan seluas 8.510 hektare telah membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya dari 112 menjadi 300 persen.

Bendung ini didesain memiliki lebar 50 meter dengan debit air intake sebesar 16,34 meter kubik per detik dan berpotensi sebagai objek wisata baru di Sulawesi Selatan.

Menghabiskan dana sebesar Rp199 miliar, pembangunan bendung ini digarap oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. ***red