Jalan Lingkar Timur Waduk Jatigede Sumedang Belum Setahun Sudah Amburadul PT Adhi Karya Tbk Persero dan PT DMT Tidak Profesional

Jalan Lingkar Timur Waduk Jatigede Sumedang Belum Setahun Sudah Amburadul PT Adhi Karya Tbk Persero dan PT DMT Tidak Profesional
proyek ratusan milyar jalan lingkar timur jatigede
Jalan Lingkar Timur Waduk Jatigede Sumedang Belum Setahun Sudah Amburadul PT Adhi Karya Tbk Persero dan PT DMT Tidak Profesional
Jalan Lingkar Timur Waduk Jatigede Sumedang Belum Setahun Sudah Amburadul PT Adhi Karya Tbk Persero dan PT DMT Tidak Profesional
Jalan Lingkar Timur Waduk Jatigede Sumedang Belum Setahun Sudah Amburadul PT Adhi Karya Tbk Persero dan PT DMT Tidak Profesional

Jatigede, Fenomena,- Pada tanggal 16 September 2019 tahun lalu Redaksi Fenomena sempat melayangkan konfirmasi tertulis kepada PT Adhi Karya sebagai pemenang proyek MYC jalan lingkar Timur Jatigede terkait dugaan pekerjaan yang tidak sesuai RAB serta pengerjaan yang terkesan asal, namun tidak ada jawaban sama sekali. Seolah mengabaikan kontrol sosial dari masyarakat terkesan bahwa Adhi Karya adalah perusahaan BUMN yang tidak pernah salah dan bersih dari korupsi, tapi kenyataannya sekarang baru setahun bangunan tersebut sudah amburadul karena anggaran sebesar Rp. 341.720.000.000,- diduga di korupsi dan dibagi bagi karena diduga TP4D dijadikan Bemper.

Kondisi TPT yang amburadul serta jalan sudah rusak parah adalah salah satu yang dipertanyakan dalam konfirmasi tersebut dan diabaikan, sekarang terbukti karena anggaran dikorupsi dan dibagi bagi maka bangunan tersebut tidak tahan sampai 10 tahunan.

Faktanya belum genap satu tahun masa pengerjaannya, jalan lingkar timur waduk jatigede Sumedang sudah mengalami kerusakan yang sangat parah. Ada dugaan dalam pengerjaan  proyek tersebut sarat dengan penyimpangan. Faktanya didapati di lokasi sepanjang jalan lingkar waduk jatigede Sumedang dibeberapa titik badan jalan hampir putus karena longsor amblas. Bukan hanya itu saluran drainase di beberapa titik rusak parah dan tidak berpungsi.

Pembangunan jalan lingkar timur waduk Jatigede tahun anggaran 2018-2019 multi years dengan nilai kontrak yang telah ditandatangani kedua belah pihak antara Kementerian PUPR sebagai owner dengan PT. ADHI KARYA Tbk (Persero) bersama KSO PT DAYA MULIYA TURANGGA sebagai penyedia barang / jasa dengan nomor kontrak: KU03.03/PK3MB/SKPJNMB01/185 tertanggal19 september 2018 dengan nilai kontrak Rp. 341.720.000.000,- (tiga ratus empat puluh satu milyar tujuh ratus dua puluh juta rupiah) TA 2018 dan pengerjaan multi years (2018-2019) atau durasi waktu 450 hari kalender (1,5 tahun).

Kerusakan di beberapa titik badan jalan diduga pemadatan badan jalan tidak memperhatikan ketentuan tata cara pemadatan yang benar, sehingga ditemukan kondisi jalan menurun, amblas, longsor dan patah. Alibi yang muncul dari pihak terkait karena akibat tanah labil padahal karena pengerjaan yang tidak sesuai dengan spek. Faktanya kerusakan yang terjadi  pada jalan lingkar timur waduk jatigede Sumedang itu dalam pemadatan yang tidak benar.

Sementara itu untuk saluran drainase badan jalan sangat jelas dikerjakan amburadul sangat memalukan, karena anggaran yang sangat besar. Mega proyek yang dikerjakan oleh perusahaan plat merah (BUMN) tapi kenyataanya proyek dengan anggaran ratusan milyar menghasilkan pekerjaan yang buruk, masih lebih baik hasil pekerjaan yang didanain dari dana desa yang nilai anggaran ratusan bahkan puluhan juta rupiah. (***)

(***)