Desa Cieunteng bangun infrastruktur jalan hotmix

Desa Cieunteng bangun infrastruktur jalan hotmix
Bangun jalan hotmix / pelaksana proyek Kusnadi
Desa Cieunteng bangun infrastruktur jalan hotmix

Sumedang, Fenomenanews.com,- Guna untuk meningkatkan insfratruktur perekonomian rakyat, dengan di perbaiki akses jalan Cieunteung menuju jalan Nagrong untuk mempermudah para pengguna jalan dalam menjalankan aktivitas keseharian masyarakat sekitar supaya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dari berbagai hasil bumi yang dapat dipasarkan ke berbagai daerah,untuk itu jalan bagus ekonomi pun akan berjalan lancar.

Maka dengan turunnya anggaran dana desa( DD ) tahap 1 Desa Cieunteung kecamatan darmaraja,telah giat merealisasikan program peningkatan ruas jalan desa/lapen dengan pagu anggaran sebesar Rp.231.371.800,-(Dua ratus tiga puluh satu juta tiga ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus rupiah ) anggaran tersebut untuk pembangunan peningkatan jalan Cieunteung menuju Nagrong,jenis pekerjaan yaitu pelaksanaan lapisan penetrasi (lapen ) dengan panjang 550 Meter lebar 3 meter dilaksanakan oleh CV.Imron Putra pihak pelaksana kegiatan selaku pemborong warga asli putra daerah desa Cieunteung kecamatan darmaraja kabupaten Sumedang Jawa barat.

Ditengah kesibukan sedang mengawasi pelaksanaan kegiatan pekerjaan lapen pihak media online Fenomenanews.com menemui Kusnadi selaku direktur CV Imron, Kamis 8/4/2021,untuk diminta tanggapan terkait pekerjaan,"Dikatakannya Kusnadi dalam melaksanakan pekerjaan Alhamdulillah berjalan lancar bahkan warga sekitar turut mendukung program pemerintah,apalagi ditengah musibah pandemi wabah covid 19 yang sampai saat ini belum  selesai, maka dengan adanya turun anggaran dana desa masyarakat yang terdampak covid 19 bisa digunakan untuk bekerja dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat terutama para pengangguran,"ditambahkan Kusnadi pihaknya didalam melaksanakan pekerjaan tetap menjaga kualitas pekerjaan,apalagi saya asli putra daerah Cieunteung malu kalau seandainya kualitas pekerjaan tersebut buruk,"ucapnya.**Ananto Widjaya