Dana BLT Covid-19 diduga Disunat Aparat Desa Mekarmulya

Dana BLT Covid-19 diduga Disunat Aparat Desa Mekarmulya
BLT COVID-19

Majalengka, fenomenanews.com,- Dimasa pandemi covid-19 yang melanda dunia umat manusia sangat terdampak tanpa pilih, dari mulai menengah kebawah umumnya semakin kesulitan ekonomi. Untuk menangani hal tersebut pemerintah Indonesia kucurkan dana bantuan covid-19 kepada masyarakat yang terkena dampak melalui pemerintah desa. Sebagian masyarakat merasa senang karena telah menerima bantuan dari pemerintah walaupun masih banyak yang terdampak tapi tidak mendapat bantuan dan masih menunggu datangnya bantuan sambil kelaparan.

Masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari anggaran dana Covid-19 atau Corona yang berada di Desa Mekarmulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka tentu saja merasa gembira, dikarenakan dalam masa pandemi ekonomi yang sedang terhimpit mereka merasa terbantu dengan adanya bantuan keuangan dari pihak pemerintah.

Disisi lain masyarakat penerima banyak yang merasa kecewa, dikarenakan uang yang mereka dapatkan tidak bisa seluruhnya dinikmati dikarenakan mereka terpaksa harus menyisihkan uang sekitar 100 ribu rupiah setiap kali menerima bantuan.

Awal permasalahan ini terkuak berdasarkan informasi dari beberapa warga desa Mekarmulya yang menerangkan kepada awak media, rabu 7/10/20.
“Kami merasa bersyukur telah menerima uang bantuan corona, namun disisi lain kami sangat menyayangkan kepada pihak pemerintah desa Mekarmulya karena para RT disini memungut uang dari penerima sebesar 100 ribu rupiah setiap pembagian BLT”.

                                             

“Namun para RT mengancam kalau kami tidak kasih uang, nantinya tidak akan menerima lagi bantuan corona dan nama kami akan dihapus dan digantikan dengan orang yang bersedia kasih uang”, tambah masyarakat.
Makanya penerima banyak yang kasih 100 ribu rupiah bahkan ada yang lebih dan cuma sedikit saja yang tidak mau kasih uang” jelas narasumber.

Dilain pihak awak media mendapatkan keterangan dari salah satu RT yang akrab disapa bapak koding
“Saya kebetulan jadi ketua 04, memang saya akui telah meminta uang dari penerima bantuan BLT corona, namun tidak setiap kali turun dipinta, cuma dari anggaran bantuan pertanian saja dan itupun tidak dengan cara memaksa dan jumlahnya bebas tergantung berapa ikhlasnya, makanya jumlahnya beda beda ada yang kasihan 100 ribu rupiah, 50 ribu rupiah dan banyak yang tidak kasih sekalipun.
Memang ini berdasarkan musyawarah dulu dikantor desa dan ini atas intruksi pa kades Oom” jelas RT Koding.

Untuk melengkapi informasi awak media yang terdiri dari Hendarto aktif di Media Putra Bhayangkara, D Krisna aktif di SKU Buser Indonesia, Irman Casiman dan Wawan aktif di SKM Buser saat mendatangi kantor desa Mekarmulya untuk melakukan konfirmasi terkait dugaan pungli yang telah dilakukan oleh para ketua RT kepada masyarakat penerima BLT dana Covid-19

Saat awak media mendatangi kantor Desa Mekarmulya dan bertemu langsung dengan Oom Tarkam selaku kepala desa Mekarmulya menjelaskan,

“Saya menjadi kepala desa menjalankannya dengan amanah dan mengenai pembagian BLT Covid itu hal yang wajar kalau ada masyarakat yang ngasih uang karena mereka bermaksud balas budi pada pihak desanya dengan cara ngasih uang lewat RTnya dan perlu dimaklumi kalau ada RT yang sampai berani meminta karena SDMnya perlu pemakluman” jelas Oom. ***Edi Yusuf