Biro Hukum MPB Kecam Pernyataan Wakil Ketua APDESI Majalengka,“Lu Jual Bukan Hanya Kami Beli Tapi Kami Borong Habis”

Biro Hukum MPB Kecam Pernyataan Wakil Ketua APDESI Majalengka,“Lu Jual Bukan Hanya Kami Beli Tapi Kami Borong Habis”
Biri Hukum dan Jajaran Redaksi MPB

Majalengka, Fenomenanews.com – “Mereka jual kami beli” itulah pernyataan Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Majalengka, H Imam di sejumlah media online mendapat kecaman banyak kalangan jurnalis majalengka.

Perkataan H.Imam tersebut dinilai bermuatan arogansi karena bisa menyulut rasa ketersinggungan para jurnalis. Hal itu terungkap pada pada Jumat (16/10) beredar di beberapa grup wartawan yakni tangkapan layar konten berita dari sebuah media online beserta link beritanya, di sana ada perkataan H Imam ketika di wawancara oleh media online tersebut mengatakan “Kami akan terus berupaya untuk mengawal teman kami yang saat ini menjadi terlapor, mereka jual kami beli, meskipun itu mahal harganya “ tulisnya di media online tersebut.

kata kata “mereka jual kami beli ini lah” yang menyinggung banyak rekan wartawan meskipun hal tersebut adalah wawancara terkait perkara kasus dugaan ancaman terhadap wartawan yang di lakukan oleh Kepala Desa Mekar Mulya, Oom Tarkam.

Menanggapi hal itu, M. Iqbal Biro Hukum Media Putra Bhayangkara, Sabtu (17/10) mengecam keras pernyataan H Imam tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi bersama penasehat hukum Sekaligus Sekjen KBPP POLRI, Paul Alexander Oroh.SH.MTH dan Juga Penasehat Hukum Media Putra Bhayangakara Azam Khan yang sangat tersohor pengacara Antasari Ashar.

“Indonesia negara hukum, maka selesaikan secara hukum. Seribu pengacara silahkan katakan pada wakil ketua APDESI (H.Imam) ini negara hukum, kita selesaikan secara hukum, Lu jual bukan hanya kami beli tapi borong habis” tegasnya.

Kasus dugaan ancaman terhadap wartawan media putra bhayangkara, Ato akan terus di kawal sampai tuntas, Iqbal juga berharap semua intitusi hukum profesional dan netral.

“Kita juga akan banding sampai kejati dan ke MK bilamana institusi hukum ada indikasi tidak netral, kami akan teruskan keatas “ tambah Iqbal.

Akibat dari pernyataan H. Imam yang menurut banyak kalangan wartawan tidak mencerminkan kata-kata seorang pejabat publik, apalagi dilontarkan di media online memicu rasa kecewa bagi kalangan wartawan daerah di Majalengka, Dibeberapa grup terpantau wartawan kompak akan mengagendakan aksi pernyataan sikap dan kekompakan mengawal kasus rekan seprofesinya dan juga akan membuat somasi terhadap H.Imam terkait pernyataannya di media online. (Teten)